Implementasi Program Desa Tangguh Bencana Sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Desa Caringin Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang
Keywords:
Implementasi Kebijakan, Desa Tangguh Bencana, Pengurangan Risiko BencanaAbstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) IDRIP di Desa Caringin, Kabupaten Pandeglang. Fenomena penelitian didasari kesenjangan antara predikat Destana Utama dengan fakta ketiadaan Perdes dan alokasi APBDes. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan kerangka Teori Charles O. Jones (Organisasi, Interpretasi, Aplikasi) dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 9 informan kunci dari unsur BPBD, Pemerintah Desa Caringin, Fasilitator, FPRB, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan implementasi belum optimal. Dimensi Organisasi terhambat ketiadaan alokasi dana APBDes, krisis alat evakuasi kelompok rentan, dan nihilnya Perdes, meski kelembagaan 29 relawan dan kapasitas SDM sudah memadai. Dimensi Interpretasi berjalan sangat efektif melalui pemahaman Golden Time evakuasi (10– 15 menit) serta kelancaran sirkulasi informasi via grup WhatsApp Dimensi Aplikasi berhasil merealisasikan simulasi evakuasi 100 warga dan penanaman 5.000 mangrove karena sesuai dengan kebutuhan bertahan hidup warga di zona merah tsunami pasca-trauma Tsunami 2018. Namun, keberlanjutan program mengalami stagnasi pascaberakhirnya pendampingan IDRIP akibat ketergantungan pendanaan eksternal. Simpulan penelitian menegaskan perlunya penyusunan Perdes dan alokasi dana mandiri APBDes guna menjamin keberlanjutan


