Efektivitas Konseling Kebidanan Berbasis Motivational Interviewing terhadap Kesiapan Remaja Menolak Pernikahan Dini
Abstrak
Pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan reproduksi remaja yang berdampak terhadap kesiapan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Rendahnya kemampuan remaja dalam mengambil keputusan serta tekanan lingkungan menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya pernikahan dini. Konseling kebidanan dengan pendekatan Motivational Interviewing (MI) merupakan metode komunikasi terapeutik yang berfokus pada penguatan motivasi internal individu untuk melakukan perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas konseling kebidanan berbasis Motivational Interviewing terhadap kesiapan remaja dalam menolak pernikahan dini. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 60 remaja putri usia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa konseling kebidanan berbasis Motivational Interviewing sebanyak 4 sesi selama 4 minggu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kesiapan menolak pernikahan dini yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, efikasi diri, dan kemampuan mengambil keputusan. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Terdapat peningkatan skor kesiapan remaja setelah diberikan konseling berbasis Motivational Interviewing. Rata-rata skor kesiapan meningkat dari 58,40 menjadi 82,15 dengan nilai p <0,001. Kesimpulan: Konseling kebidanan berbasis Motivational Interviewing efektif meningkatkan kesiapan remaja dalam menolak pernikahan dini.






