Model Ekologi Sosial Pencegahan Pernikahan Dini pada Remaja Perempuan: Peran Individu, Keluarga, Teman Sebaya, Sekolah, dan Lingkungan Sosial
Abstrak
Pernikahan dini pada remaja perempuan merupakan persoalan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari pengetahuan dan sikap individu, dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya, lingkungan sekolah, hingga norma dan kondisi sosial masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui pemberian informasi kepada remaja secara individual, tetapi membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan berbagai tingkatan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran individu, keluarga, teman sebaya, sekolah, dan lingkungan sosial dalam pencegahan pernikahan dini pada remaja perempuan melalui pendekatan Model Ekologi Sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah remaja perempuan usia 15–19 tahun. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan, sikap, efikasi diri, dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya, dukungan sekolah, dan norma lingkungan sosial. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan pernikahan dini berkaitan dengan berbagai tingkat ekologi sosial. Pada tingkat individu, pengetahuan dan efikasi diri berperan dalam meningkatkan kemampuan remaja mempertimbangkan pendidikan dan masa depan. Pada tingkat interpersonal, komunikasi keluarga dan dukungan teman sebaya menjadi faktor penting dalam memperkuat keputusan remaja untuk menunda pernikahan. Pada tingkat sekolah, keberadaan guru, layanan bimbingan konseling, serta pendidikan kesehatan reproduksi memberikan lingkungan pendukung bagi remaja. Pada tingkat sosial, norma masyarakat, akses informasi, kondisi ekonomi, dan dukungan tokoh masyarakat turut memengaruhi keputusan mengenai pernikahan. Dengan demikian, pencegahan pernikahan dini pada remaja perempuan perlu dilakukan melalui intervensi multilevel yang mengintegrasikan pemberdayaan individu, penguatan keluarga dan teman sebaya, lingkungan sekolah yang mendukung, serta perubahan norma social






