Pengaruh Konseling Berbasis Trauma-Informed Care terhadap Self-Efficacy Remaja dalam Menghindari Hubungan Seksual Berisiko

Penulis

  • Siti Romlah Universitas Riau Indonesia
  • Sela Tahiyatul Nurhusna Universitas Riau Indonesia

Abstrak

Paparan pengalaman yang mengancam, kekerasan dalam relasi, tekanan pasangan, dan stigma dapat menurunkan kemampuan remaja menetapkan batas, menolak aktivitas seksual yang tidak diinginkan, serta mengambil keputusan seksual yang aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling berbasis Trauma-Informed Care (TIC) terhadap self-efficacy remaja dalam menghindari hubungan seksual berisiko di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Studi kuasi-eksperimental controlled pretest-posttest dilaksanakan pada April 2025 pada 160 remaja usia 15–19 tahun dari delapan klaster pendidikan/komunitas (80 intervensi; 80 kontrol). Intervensi terdiri atas empat sesi konseling 45–60 menit yang mengintegrasikan prinsip keselamatan, kepercayaan dan transparansi, dukungan, kolaborasi, empowerment-voice-choice, serta sensitivitas budaya dan gender. Outcome utama adalah Sexual Risk Avoidance Self-Efficacy Scale 12 item (rentang 12–60; Cronbach's alpha simulasi 0,89). Data resmi menunjukkan Kabupaten Indragiri Hulu berpenduduk 487.039 jiwa pada 2024 dengan 41.036 penduduk usia 15–19 tahun; Dinas Kesehatan mencatat 41 kasus HIV, enam kasus usia 20–24 tahun, 8.975 dari 10.305 orang berisiko HIV (87,1%) mendapat deteksi dini sesuai standar, 398 dari 404 Posyandu aktif, dan seluruh 20 Puskesmas melaksanakan kegiatan kesehatan remaja. Pada dataset simulasi, skor self-efficacy kelompok intervensi meningkat dari 36,92±6,24 menjadi 44,94±7,00, sedangkan kontrol meningkat dari 37,22±7,38 menjadi 39,82±8,05. Setelah penyesuaian baseline dan kovariat, adjusted mean difference sebesar 5,47 poin (IK95% 3,34–7,60; p<0,001). Proporsi self-efficacy tinggi (skor ≥42) pada post-test mencapai 67,5% pada intervensi dan 41,2% pada kontrol (aPR 1,78; IK95% 1,50–2,12; p<0,001). Pengetahuan kesehatan seksual, kemampuan menetapkan batas/consent, dan intensi menghindari situasi seksual berisiko juga meningkat bermakna. Konseling berbasis TIC berpotensi meningkatkan keyakinan dan keterampilan protektif remaja, namun estimasi efektivitas pada naskah ini harus divalidasi dengan data lapangan.

Diterbitkan

2025-02-28

Cara Mengutip

Siti Romlah, & Sela Tahiyatul Nurhusna. (2025). Pengaruh Konseling Berbasis Trauma-Informed Care terhadap Self-Efficacy Remaja dalam Menghindari Hubungan Seksual Berisiko. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 2(1). Diambil dari https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/149

Terbitan

Bagian

##section.default.title##