Model Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Kearifan Lokal dan Gender untuk Mencegah Pernikahan Dini pada Remaja Perempuan

Penulis

  • Ekry Binti Farizal Universitas Riau Indonesia
  • Eka Dhini Avriani Universitas Riau Indonesia

Abstrak

Pernikahan sebelum usia 19 tahun berdampak pada keberlanjutan pendidikan, kesehatan reproduksi, otonomi, dan peluang sosial-ekonomi remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Model MARWAH (Model Edukasi Remaja Perempuan: Reproduksi Sehat, Setara, dan Berdaya), yaitu edukasi kesehatan reproduksi yang mengintegrasikan kearifan lokal Melayu yang aman, kesetaraan gender, hak reproduksi, komunikasi keluarga, dan perencanaan masa depan. Studi pengembangan dan kuasi-eksperimental kelompok kontrol dilakukan di Rengat pada Maret 2025. Tahap formatif melibatkan dua diskusi kelompok terarah dan wawancara pemangku kepentingan yang dimodelkan menjadi 24 partisipan; validasi isi dilakukan oleh 8 pakar (S-CVI/Ave 0,94; Aiken's V 0,91), diikuti uji coba instrumen pada 30 remaja. Uji efektivitas menggunakan 160 remaja perempuan usia 15–18 tahun (80 intervensi; 80 kontrol) dari delapan klaster. Intervensi terdiri atas empat sesi 90 menit. Data resmi menunjukkan Kabupaten Indragiri Hulu memiliki 487.039 penduduk pada 2024, 41.036 penduduk usia 15–19 tahun dan 19.971 perempuan usia 15–19 tahun; Dinas Kesehatan mencatat 4.266 calon pengantin, 221 calon pengantin perempuan anemia, 41 kasus HIV, serta 398 dari 404 Posyandu aktif. Pada dataset simulasi, skor pengetahuan kelompok intervensi meningkat dari 14,26±2,46 menjadi 18,90±3,57 dibanding kontrol 13,82±2,95 menjadi 15,08±3,17. Efek teradjustasi pada post-test adalah +3,38 poin (IK95% 2,87–3,89; p<0,001). Sikap menolak pernikahan dini meningkat +3,54 poin (IK95% 2,25–4,84), norma gender setara +3,47 (IK95% 1,87–5,07), self-efficacy +2,97 (IK95% 2,68–3,26), dan intensi menunda pernikahan +2,00 (IK95% 1,58–2,41), seluruhnya p<0,001. Proporsi intensi kuat untuk menikah pada usia ≥19 tahun pada post-test mencapai 68,8% pada intervensi dan 42,5% pada kontrol (aRR 1,65; IK95% 1,42–1,90). Model menunjukkan kelayakan untuk diuji dengan data lapangan dan tindak lanjut jangka panjang.

Diterbitkan

2025-08-31

Cara Mengutip

Ekry Binti Farizal, & Eka Dhini Avriani. (2025). Model Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Kearifan Lokal dan Gender untuk Mencegah Pernikahan Dini pada Remaja Perempuan. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 2(2). Diambil dari https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/141

Terbitan

Bagian

##section.default.title##