Model Struktural Determinan Pernikahan Dini pada Remaja Perempuan Berbasis Teori Planned Behavior dan Social Ecological Model di SMA 1 Rengat Barat

Penulis

  • Heni Heriyeni Universitas Riau Indonesia

Abstrak

Pernikahan dini pada remaja perempuan merupakan masalah multidimensional yang dapat berdampak pada keberlanjutan pendidikan, kesempatan ekonomi, kesehatan, dan kesiapan menuju kehidupan dewasa. Faktor psikologis dan lingkungan sosial berperan dalam membentuk kecenderungan remaja terhadap pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemahaman mengenai determinan pernikahan dini berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) dan Social Ecological Model (SEM) pada remaja perempuan di SMA Negeri 1 Rengat Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Populasi penelitian adalah seluruh siswi dengan jumlah 50 orang dan sampel penelitian sebanyak 50 siswi. Analisis difokuskan pada karakteristik responden, sikap terhadap pernikahan dini, serta hubungan sikap dengan intensi pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia 15–18 tahun, dengan proporsi terbesar berusia 17 dan 18 tahun masing-masing 30%. Sebanyak 50% responden memiliki sikap yang mendukung pernikahan dini, 30% bersikap netral, dan 20% mendukung penundaan pernikahan. Sikap menunjukkan peran penting dalam pembentukan intensi pernikahan dini. Selain sikap, norma subjektif dan perceived behavioral control dipandang sebagai faktor psikologis yang berinteraksi dengan pengaruh keluarga, teman sebaya, sekolah, kondisi sosial ekonomi, dan norma masyarakat.Kesimpulan: Determinan pernikahan dini pada remaja perempuan bersifat multidimensional. Integrasi TPB dan Social Ecological Model memberikan kerangka yang lebih komprehensif untuk memahami pengaruh faktor individu dan lingkungan terhadap intensi pernikahan dini. Pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan sikap untuk menunda perkawinan, peningkatan perceived behavioral control, dukungan keluarga, penguatan peran sekolah, serta penciptaan norma sosial yang mendukung keberlanjutan pendidikan remaja perempuan.

Diterbitkan

2026-02-28

Cara Mengutip

Heni Heriyeni. (2026). Model Struktural Determinan Pernikahan Dini pada Remaja Perempuan Berbasis Teori Planned Behavior dan Social Ecological Model di SMA 1 Rengat Barat. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 3(1). Diambil dari https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/139

Terbitan

Bagian

##section.default.title##