Pengembangan Model Intervensi Kebidanan Berbasis Keluarga untuk Mencegah Pernikahan Dini, Kehamilan Remaja, dan Penyakit Menular Seksual
Abstrak
Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, sosial, dan perkembangan kemampuan pengambilan keputusan. Pada periode ini, remaja membutuhkan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi serta kemampuan untuk mempertimbangkan pilihan dan konsekuensi terkait pernikahan. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang untuk menyediakan media edukasi yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan serta keterterimaan Digital Decision Aid dalam membantu remaja mengambil keputusan sehat terkait pernikahan dan kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Rengat. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, revisi, dan uji coba. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, pada Juli 2024. Subjek uji coba terdiri atas 25 siswa, sedangkan validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Instrumen penelitian meliputi kuesioner analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi dan media, kuesioner keterterimaan, kuesioner pengetahuan, dan instrumen kemampuan pengambilan keputusan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 96% siswa membutuhkan informasi kesehatan reproduksi yang mudah dipahami, 92% membutuhkan informasi mengenai kesiapan menikah, dan 92% membutuhkan media digital yang interaktif. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 92% dan ahli media sebesar 92%, keduanya termasuk kategori sangat layak. Uji coba terhadap 25 siswa menunjukkan peningkatan skor pengetahuan kesehatan reproduksi dari 64,40 menjadi 82,80, pengetahuan tentang pernikahan dari 62,80 menjadi 81,60, kemampuan mempertimbangkan risiko dari 63,20 menjadi 82,40, dan kemampuan mengambil keputusan sehat dari 64,00 menjadi 83,20. Keterterimaan media memperoleh rata-rata 90,7% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, Digital Decision Aid yang dikembangkan dinilai sangat layak dan dapat diterima oleh siswa serta berpotensi menjadi media pendukung pendidikan kesehatan reproduksi dan pengambilan keputusan sehat terkait pernikahan pada remaja. Penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel yang lebih besar dan desain penelitian eksperimental untuk menguji efektivitas produk secara lebih kuat.






