Model Early Warning System Berbasis Sekolah untuk Identifikasi Remaja yang Berisiko Mengalami Pernikahan Dini

Authors

  • Ekry Binti Farizal Universitas Riau Indonesia
  • Cindy Rosanti Universitas Riau Indonesia

Abstract

Pernikahan sebelum usia 19 tahun merupakan masalah kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan sosial yang memerlukan deteksi risiko sebelum keputusan perkawinan terbentuk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan melakukan validasi internal Model Early Warning System (EWS) berbasis sekolah untuk mengidentifikasi remaja dengan kerentanan tinggi terhadap pernikahan dini di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Studi pengembangan model prediksi dilakukan pada September 2025. Dataset demonstrasi sintetis terkalibrasi terdiri atas 800 siswa usia 15–18 tahun dari 10 klaster sekolah. Outcome referensi adalah kerentanan tinggi terhadap pernikahan sebelum usia 19 tahun dalam 12 bulan, ditetapkan melalui modul outcome terpisah berdasarkan intensi menikah <19 tahun, tekanan keluarga/pasangan, dan adanya rencana perkawinan konkret. Sembilan prediktor ditetapkan a priori dan dianalisis dengan regresi logistik multivariabel tanpa seleksi berbasis p-value; validasi internal menggunakan bootstrap 500 replikasi. Data resmi menunjukkan Kabupaten Indragiri Hulu memiliki 487.039 penduduk pada 2024, Kecamatan Rengat 52.999 jiwa, dan jejaring pelayanan kesehatan remaja tersedia pada seluruh 20 Puskesmas. Pada dataset simulasi, 169/800 remaja (21,1%) memenuhi outcome kerentanan tinggi. Faktor terkuat adalah penerimaan orang tua terhadap perkawinan <19 tahun (aOR 3,45; IK95% 2,15–5,52), norma teman sebaya yang menerima perkawinan dini (aOR 2,70; IK95% 1,89–3,85), komunikasi/dukungan keluarga lemah (aOR 2,29; IK95% 1,34–3,90), dan ketidakhadiran sekolah ≥10% (aOR 2,10; IK95% 1,45–3,05). AUC apparent 0,792 (IK95% 0,753–0,830) dan AUC terkoreksi optimism 0,779; Brier score terkoreksi 0,135 dan calibration slope 0,935. Skor sederhana 0–15 mengelompokkan risiko rendah 0–3 (5,2%), sedang 4–6 (19,2%), dan tinggi ≥7 (49,2%). Model berpotensi digunakan sebagai alat skrining suportif di sekolah, tetapi belum boleh digunakan untuk keputusan individual sebelum validasi prospektif dan eksternal pada data lapangan.

Downloads

Published

2024-08-31

How to Cite

Ekry Binti Farizal, & Cindy Rosanti. (2024). Model Early Warning System Berbasis Sekolah untuk Identifikasi Remaja yang Berisiko Mengalami Pernikahan Dini. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 1(2). Retrieved from https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/158

Issue

Section

##section.default.title##