Peran Ayah dalam Pengambilan Keputusan Pernikahan Dini pada Remaja Perempuan: Studi Mixed Methods
Abstract
Pernikahan dini pada remaja perempuan masih menjadi salah satu permasalahan sosial dan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi keluarga dan proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Dalam beberapa keluarga, ayah memiliki posisi penting dalam menentukan keputusan terkait pendidikan, pasangan, dan pernikahan anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah dalam pengambilan keputusan pernikahan dini pada remaja perempuan menggunakan pendekatan mixed methods. Penelitian menggunakan desain sequential explanatory mixed methods, yang diawali dengan penelitian kuantitatif dan dilanjutkan dengan eksplorasi kualitatif. Tahap kuantitatif melibatkan 150 remaja perempuan dan orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai komunikasi keluarga, keterlibatan ayah, dukungan pendidikan, kondisi sosial ekonomi, dan pengambilan keputusan pernikahan. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap remaja perempuan, ayah, ibu, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, pola komunikasi keluarga, dukungan terhadap pendidikan, kondisi ekonomi, serta nilai sosial dan budaya memiliki hubungan dengan pengambilan keputusan pernikahan dini. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian ayah memiliki peran dominan dalam memberikan persetujuan terhadap pernikahan anak, sementara sebagian lainnya berperan sebagai pengambil keputusan bersama dengan ibu dan anggota keluarga lainnya. Keterlibatan ayah yang positif, komunikasi yang terbuka, dan dukungan terhadap pendidikan dapat menjadi faktor pelindung terhadap pernikahan dini. Sebaliknya, keterbatasan komunikasi, tekanan ekonomi, serta norma sosial tertentu dapat memperkuat terjadinya pernikahan dini. Penelitian ini menunjukkan pentingnya melibatkan ayah dalam program pencegahan pernikahan dini melalui penguatan komunikasi keluarga, peningkatan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi, dan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan remaja perempuan.






