Analisis Hubungan Body Image, Self-Esteem, dan Self-Efficacy dengan Kerentanan Remaja terhadap Perilaku Seksual Berisiko di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau: Studi Potong Lintang Analitik

Authors

  • Siti Romlah Universitas Riau Indonesia
  • Amelda Nopitri Universitas Riau Indonesia

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja dipengaruhi oleh faktor individual dan psikososial yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan body image, self-esteem, dan self-efficacy dengan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja usia 15–19 tahun di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Studi potong lintang analitik berbasis populasi dirancang pada Februari 2025 dengan kebutuhan sampel minimum 584 remaja dan stratified multistage probability sampling. Body image diukur menggunakan BSQ-8C versi Indonesia, self-esteem menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale, dan self-efficacy menggunakan GSES-12 versi Indonesia. Outcome primer didefinisikan sebagai sedikitnya satu indikator: hubungan seksual tanpa proteksi/penggunaan kondom tidak konsisten, ≥2 pasangan seksual dalam 12 bulan, hubungan seksual di bawah pengaruh alkohol/zat, transaksi seksual, atau debut seksual <15 tahun. Karena data primer responden belum disertakan, bagian hasil numerik dalam draf ini menggunakan dataset sintetis terkalibrasi sebanyak 612 profil remaja (seed 202526) untuk mendemonstrasikan analisis, bukan sebagai hasil empiris. Pada simulasi, prevalensi berbobot outcome sebesar 20,5% (IK 95% 17,5–23,9). Setelah penyesuaian, setiap kenaikan 1 SD BSQ-8C berhubungan dengan prevalensi outcome 17% lebih tinggi (aPR 1,17; IK 95% 1,04–1,32; p=0,011), sedangkan setiap kenaikan 1 SD RSES (aPR 0,81; IK 95% 0,70–0,93; p=0,003) dan GSES-12 (aPR 0,74; IK 95% 0,63–0,87; p<0,001) berhubungan dengan prevalensi lebih rendah. Tekanan teman sebaya (aPR 1,30; IK 95% 1,13–1,50) dan penggunaan alkohol/zat (aPR 1,75; IK 95% 1,18–2,60) juga menunjukkan asosiasi positif. Konteks Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2024 mencatat 41 kasus HIV dan cakupan deteksi dini HIV 87,1% pada populasi berisiko. Hasil simulasi mendukung kerangka intervensi yang menggabungkan citra tubuh sehat, penguatan harga diri, self-efficacy, keterampilan penolakan, serta layanan kesehatan reproduksi remaja. Seluruh estimasi responden pada draf ini harus diganti dengan hasil data lapangan sebelum publikasi.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Siti Romlah, & Amelda Nopitri. (2025). Analisis Hubungan Body Image, Self-Esteem, dan Self-Efficacy dengan Kerentanan Remaja terhadap Perilaku Seksual Berisiko di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau: Studi Potong Lintang Analitik. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 2(2). Retrieved from https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/143

Issue

Section

##section.default.title##