Efektivitas Program “Remaja Sahabat Remaja” Berbasis Peer Counselor dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Remaja

Authors

  • Ekry Binti Farizal Universitas Riau Indonesia
  • Shalsabila Mutiara Kusuma Universitas Riau Indonesia

Abstract

Keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang dapat dipercaya, stigma dalam membahas seksualitas, dan kuatnya pengaruh teman sebaya dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program “Remaja Sahabat Remaja” (RSR) berbasis peer counselor dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan kesiapan pencegahan penyakit menular seksual pada remaja di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Studi kuasi-eksperimental controlled pretest-posttest dilaksanakan pada September 2024 pada 180 remaja usia 15–18 tahun dari delapan klaster sekolah (90 intervensi; 90 kontrol). Enam belas peer counselor mengikuti pelatihan terstruktur 12 jam dan supervisi mingguan. Intervensi terdiri atas empat sesi kelompok kecil dan konseling sebaya selama empat minggu yang mencakup pubertas dan kesehatan reproduksi, HIV/IMS, relasi sehat dan consent, keterampilan menolak risiko, literasi digital kesehatan, serta akses layanan ramah remaja. Outcome utama adalah skor literasi kesehatan reproduksi 0–40. Outcome sekunder meliputi pengetahuan pencegahan IMS 0–20, self-efficacy pencegahan 10–50, dan intensi mengakses layanan 5–25. Data resmi daerah menunjukkan Kabupaten Indragiri Hulu berpenduduk 487.039 jiwa pada 2024 dengan 41.036 penduduk usia 15–19 tahun; Profil Kesehatan mencatat 41 kasus HIV pada 2024, enam kasus pada usia 20–24 tahun, 8.975 dari estimasi 10.305 orang berisiko HIV (87,1%) memperoleh deteksi dini sesuai standar, serta seluruh 20 Puskesmas melaksanakan kegiatan kesehatan remaja. Pada dataset simulasi, skor literasi kelompok intervensi meningkat dari 23,37±3,63 menjadi 31,00±4,19, sedangkan kontrol meningkat dari 22,83±3,58 menjadi 25,32±4,14. Setelah penyesuaian baseline dan kovariat, adjusted mean difference (aMD) sebesar 5,99 poin (IK95% 5,69–6,30; p<0,001). Proporsi literasi memadai (skor ≥26) pada post-test mencapai 92,2% pada kelompok intervensi dan 42,2% pada kontrol (aPR 2,13; IK95% 1,64–2,76; p<0,001). Pengetahuan IMS, self-efficacy pencegahan, dan intensi menggunakan layanan juga meningkat bermakna. Program peer counselor berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan reproduksi berbasis sekolah, tetapi estimasi efektivitas dalam naskah ini harus divalidasi menggunakan data primer.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Ekry Binti Farizal, & Shalsabila Mutiara Kusuma. (2026). Efektivitas Program “Remaja Sahabat Remaja” Berbasis Peer Counselor dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Remaja. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 3(1). Retrieved from https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/131

Issue

Section

##section.default.title##