Model Pemberdayaan Peer Educator Berbasis Media Sosial dalam Pencegahan Pernikahan Dini dan Penyakit Menular Seksual pada Remaja
Abstract
Pernikahan dini dan penyakit menular seksual merupakan dua permasalahan kesehatan reproduksi yang masih menjadi tantangan pada kelompok remaja. Keterbatasan akses informasi yang benar, rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, serta penggunaan media sosial yang belum optimal sebagai sarana edukasi dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan peer educator berbasis media sosial dalam upaya pencegahan pernikahan dini dan penyakit menular seksual pada remaja. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan pendekatan pengembangan model yang melibatkan remaja, pendidik, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, pengembangan model, validasi ahli, implementasi terbatas, serta evaluasi efektivitas model. Peer educator diberikan pelatihan mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, penyakit menular seksual, komunikasi sebaya, dan pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan peer educator berbasis media sosial mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi. Media sosial juga menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan edukasi, meningkatkan interaksi antar remaja, serta mempermudah penyampaian informasi yang sesuai dengan kebutuhan kelompok sebaya. Model yang dikembangkan terdiri dari lima komponen utama, yaitu penguatan kapasitas peer educator, pengembangan konten edukatif, kampanye media sosial, pendampingan sebaya, serta monitoring dan evaluasi. Model pemberdayaan peer educator berbasis media sosial dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi serta mencegah risiko pernikahan dini dan penyakit menular seksual pada remaja.






