Pengembangan Model Intervensi Kebidanan Berbasis Keluarga untuk Mencegah Pernikahan Dini, Kehamilan Remaja, dan Penyakit Menular Seksual

Authors

  • Heni Heriyeni Universitas Riau Indonesia

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan seksual. Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi, komunikasi yang terbatas antara orang tua dan remaja, tekanan sosial, norma budaya, serta akses informasi yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko pernikahan dini, kehamilan remaja, dan penyakit menular seksual (PMS). Permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan promotif dan preventif yang tidak hanya berfokus pada remaja, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai lingkungan terdekat remaja. Bidan memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi, konseling, skrining risiko, serta menghubungkan remaja dan keluarga dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi kebidanan berbasis keluarga untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, komunikasi orang tua–remaja, efikasi diri, dan perilaku pencegahan pernikahan dini, kehamilan remaja, serta penyakit menular seksual. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, pengembangan perangkat intervensi, validasi ahli, uji coba terbatas, dan evaluasi awal. Sasaran model terdiri atas remaja dan orang tua/pengasuh. Intervensi diberikan melalui edukasi kesehatan reproduksi, konseling kebidanan, pelatihan komunikasi keluarga, pengenalan risiko pernikahan dini dan kehamilan remaja, edukasi pencegahan PMS, penguatan keterampilan pengambilan keputusan, serta pemantauan dan rujukan. Hasil yang Diharapkan Model yang dikembangkan diharapkan meningkatkan pengetahuan dan sikap positif remaja, meningkatkan kemampuan komunikasi orang tua–remaja mengenai kesehatan reproduksi, meningkatkan efikasi diri dalam menghindari perilaku seksual berisiko, serta meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi. Model juga diharapkan dapat menjadi pendekatan promotif-preventif yang dapat diterapkan dalam pelayanan kebidanan komunitas. Kesimpulan. Model intervensi kebidanan berbasis keluarga merupakan pendekatan potensial dalam pencegahan pernikahan dini, kehamilan remaja, dan PMS. Integrasi edukasi remaja, pemberdayaan orang tua, konseling bidan, skrining risiko, serta tindak lanjut berbasis keluarga dapat memperkuat upaya pencegahan secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2024-08-31

How to Cite

Heni Heriyeni. (2024). Pengembangan Model Intervensi Kebidanan Berbasis Keluarga untuk Mencegah Pernikahan Dini, Kehamilan Remaja, dan Penyakit Menular Seksual. CURA: Midwifery and Medicine – Advances in Health Management, 1(2). Retrieved from https://jurnal.unrida.ac.id/index.php/CURA/article/view/161

Issue

Section

##section.default.title##