Self-Efficacy Memediasi Hubungan Literasi Kesehatan Reproduksi dengan Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Remaja
Abstract
Literasi kesehatan reproduksi menentukan kemampuan remaja memperoleh, memahami, menilai, dan menggunakan informasi untuk mengambil keputusan yang aman, tetapi pengaruhnya terhadap pencegahan penyakit menular seksual dapat bekerja melalui keyakinan individu untuk menjalankan perilaku protektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi self-efficacy pada hubungan literasi kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan penyakit menular seksual pada remaja di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain potong lintang. Populasi terjangkau adalah 799 siswa SMP pada tiga sekolah negeri tahun ajaran 2024/2025; sebanyak 267 responden ditetapkan dengan rumus Slovin dan simple random sampling. Literasi kesehatan reproduksi, self-efficacy, dan perilaku pencegahan diukur dengan skala Likert. Analisis mediasi menggunakan regresi linear dan bootstrap 5.000 pengulangan. Literasi kesehatan reproduksi berhubungan dengan self-efficacy (β=0,401; p<0,001) dan perilaku pencegahan (efek total β=0,350; p<0,001). Self-efficacy berhubungan kuat dengan pencegahan setelah literasi dikontrol (β=0,450; p<0,001), sedangkan efek langsung literasi tetap bermakna (β=0,170; p=0,003). Efek tidak langsung sebesar β=0,181 dengan IK95% bootstrap 0,122–0,252, menunjukkan mediasi parsial. Penguatan literasi kesehatan reproduksi yang disertai latihan pengambilan keputusan dan keyakinan diri berpotensi lebih efektif dalam mendukung pencegahan penyakit menular seksual pada remaja.






